Jumat, 13 Desember 2013

Catatan Tika di Kelas Dasar Mandiri Sahabatku

MINGGU 1: Tema Road Map & Anak Tangga Masa Depan

Catatan Lembar 4: Menyusun Sasaran Menjadi anak Tangga Masa Depan

Sekarang Tika punya ke 5 hal tsb dan memikirkan bagaimana mengurut sasaran-sasaran ini. Tika berpikir sungguh-sungguh dengan menyediakan waktu dan juga berdiskusi dengan teman-temannya. Inilah yang jadi pertimbangan-pertimbangan Tika dalam membuat urutan:

1. Membangun diri jadi entrepreneur adalah sebuah peristiwa besar dalam hidupnya. Ia akan dan harus membuat keputusan-keputusan penting dalam hidupnya yang memiliki dampak besar dan juga risiko tersendiri. Tika sadar ia harus mampu membuat keputusan dengan sebaik mungkin untuk itu ia membutuhkan informasi-informasi tambahan supaya ia dapat mengambil keptusan dengan tepat. Ia sadar ia lahir bukan dari keluarga entrepreneur, ia sadar ia masih miskin pengetahuan tentang bisnis jadi mendapatkan ilmu dan informasi sebanyak mungkin adalah sasaran-sasaran awal yang ia harus lakukan.
2. Ia harus mendisplin diri untuk menabung.
3. Tika akan mengambil keputusan-keputusan yang berisiko setelah ilmu bisnis warung lesehan ia kuasai dan ia akan memanfaatkan nasehat dan masukan dari orang-orang yang ahli. Supaya waktu tidak berlalu begitu saja Tika harus membuat target waktu kapan masa membangun kecakapan dan mengumpulkan informasi akan selesai dan kapan keputusan-keputusan penting harus diambil.

Dari 2 pertimbangan diatas akhirnya Tika mengambil keputusan-keptusan berikut ini:

• Langkah yang paling gampang adalah ikut Mandiri Sahabatku sebagai usaha memahami bisnis dengan beinovasi. Tika menyebut ini sebagai Sasaran 1, yaitu sasaran yang ia bisa lakukan segera.
• Setelah Sasaran 1 nanti selesai yang mana yang harus ia selesaikan? Setelah berpikir sejenak Tika memutuskan bahwa ia harus tahu lebih banyak tentang bisnis kuliner dan ini ada 2 cara. Pertama belajar dari buku, pengamatan dan cerita teman dan berikutnya adalah belajar praktek langsung di lapangan. Nah untuk praktek lapangan ia pikir tidak bisa dilakukan sekarang selama di Hong Kong. Sekarang ini di Hong Kong ia akan belajar dari buku, pengamatan dan dari teman. Itulah Sasaran 2 dari Tika.
• Sembari melakukan Sasaran 1 dan Sasaran 2 maka Tika memutuskan untuk menyisihkan Rp 2,5 juta perbulan supaya dalam waktu 5 tahun atau 60 bulan sedikitnya ia akan mendapatkan uang Rp 150 juta dan kalau ditambah bunga tabungan serta tabungan saat ini akan dicapai uang sejumlah Rp.200 juta. Inilah Sasaran 3 dari Tika.
• Sasaran 4 untuk Tika adalah magang di warung lesehan di Yogyakarta atau di sekitar Yogyakarta. Ini akan dilakukan setelah selesai kontrak kerja di Hong Kong. Untuk Tika hal ini penting sebab ia sesungguhnya bukan orang yang berani mengambil risiko. Orang bilang dia terlalu hati-hati. Nah untuk jalan amannya maka Tika memutuskan strategi “biar lambat asal selamat” yaitu belajar sebanyak mungkin sambil bergerak terus ke muka.
• Sembari melakukan Sasaran 4 maka Tika berpikir inilah saatnya mulai mencari-cari lokasi yang tepat dan murah. Ia berpikir kalau pengetahuanku makin banyak maka aku akan makin cermat dan tepat dalam memilih lokasi. Inilah Sasaran 5 dari Tika.
• Setelah Sasaran 5 apa sasaran berikutnya? Tika mulai membayang-bayangkan masa depannya kembali dan ia memutuskan bahwa dia harus bisa memperoleh gambaran sederhana bagaimana bentuk dari warung lesehan itu. Ia menutuskan untuk mencari gambar arsitektur yang bagus, asri namun murah.
• Setelah Sasaran 5 maka Tika berpikir inilah saatnya mencari mitra. Ia menuliskan bahwa Sasaran 6 adalah mencari mitra yang mau bekerja sama. Apakah menyediakan dana atau menyediakan tanah serta bangunan. Tika berpikir kalau dia datang ke calon mitra dengan pengetahuan yang banyak tentang bisnis kuliner, ada pengalaman magang dan ada gambar bangunan yang bagus tapi sederhana maka itu akan lebih meyakinkan calon mitra. Akan lebih mudah bagi mitra untuk tertarik pada gagasan Tika dari pada hanya membawa segepok “proposal”. Tika berkata pada diri sendiri:”Syukurlah, aku belajar membuat sasaran dan membaginya jadi sasaran-sasaran yang bertahap..”.

Sore itu Tika dengan wajah sumringah menulis dengan mantap satu persatu sasaran-sasaran kehidupan yang ingin dia capai dalam waktu 5 tahun ke depan. “Oh,..ternyata untuk aku ada 6 sasaran lebih kecil yang aku harus selesaikan satu persatu sebelum menyentuh sasaran besar punya warung lesehan yaitu di sasaran yang ke 7..” Itulah yang Tika katakan kepada dirinya sendiri. ‘Untung aku tidak buru-buru mengambil kesimpulan bahwa buka usaha itu yang paling penting modal, ternyata niat, nabung dan nekad tidak cukup, harus tahu dulu ilmunya supaya bisa mengambil keputusan-keputusan yang tepat...”. Sekarang Tika makin sadar betapa pentingnya belajar entrepreneurship sebelum membuka usaha. Tika mengakhiri tulisan catatan dia di lembar 4 dengan hati yang main mantap dan bersemangat.
Suka ·  ·  · Ikuti Kirim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar