Minggu 2: Kecakapan Komunikasi & Kecakapan Menjual
Lembar Catatan Lembar 10: Menjadi Penjual Yang Piawai
Kali ini Tika dan Suti berbicara lewat Skype dan karena ceritanya bakal seru maka Tika minta ijin agar group belajarnya yang terdiri dari Ati, Bunda dan Cikal juga ikut mendengar.
------------------------------------------------------------
“Halo..semua sekarang aku mau cerita bagaimana aku akhirnya bisa mengusai kecakapan menjual...kalau dipikir-pikir memang terasa berat pada awalnya ...tapi percayalah kalau sudah dikerjakan lama-lama terbiasa..” Begitulah Suti memulai percakapan lewat Skype.
“Aku suka merasa malu...” Ati menyambut
“Kalau aku rasanya canggung...” Bunda menambah
“Aku...sih sudah agak bisa...betul kata mba Suti yang susah itu hanya awalnya saja...” Cikal yang sudah lebih berpengalaman memberikan semangat.
“Yuk...sekarang kita dengar cerita mba Suti...aku sudah tidak sabar nih”. Sekarang Tika yang berbica dan meminta Suti segera memulai.
“Teman-teman...aku menjalani pekerjaan sebagai OG dan juga asisten kecil-kecilan di tempat pelatihan perusahaan pak Budi selama 3 tahun. Begitu sering ikut menyaksikan latihan...sampai aku banyak hafal rumus-rumus ilmu menjual yang diajarkan misalnya itu lho....PETASAN atau Kalimat Pertama Yang Mengesankan lalu PIKAT atau Perhatian, Keinginan, Keputusan & Tindakan lalu PAKEM atau Penggunaan, Keunggulan dan Manfaat. Untuk PAKEM ini mungkin kalian belajar dengan menggunakan kata FAB atau Feature Advantage dan Benefit....karena aku susah menyebut bahasa Inggrisnya aku pakai saja PAKEM kan sama artinya. Dan untuk menjaga pelanggan tetap setia aku belajar yang namanya PESANAN atau Pelayanan Diatas Harapan Pelanggan....Yah itu yang berkali-kali aku dengar dan aku coba lakukan sedikit-demi sedikit. Masa sudah hafal tidak dilakukan sih...Nah...tak disangka sebuah kejadian tak terduga terjadi. Sebuah peluang kecil memanfaatkan hasil pelatihan menjual tiba-tiba terbuka...aku sungguh tak menduga namun peristiwa itu sungguh mengubah masa depanku.....”
“Opps apa yang terjadi...mba Suti”. Ati, Bunda, Cikal dan Tika seakan berbareng berbicara dengan rasa ingin tahu yang membesar.
“Ha..ha...ha penasaran kan....”. Suti tertawa sambil mengerlingkan matanya.
“Tapi...sebelum aku lanjut ... aku mau test sedikit nih kepada kawan-kawan..apa betul-betul belajar tentang FAB (Features, Advantages & Benefits) hari minggu lalu. Kalau aku sih mengingatnya PAKEM. Penggunaan kan sama dengan fitur juga, lalu advantages adalah keunggulan dan benefits itu manfaat...sekarang aku berikan contoh dan kawan-kawan coba sebut mana yang jadi Feature atau Penggunaan, mana yang Advantage atau Keunggulan dan mana yang Benefit atau Manfaat....Kalimat nya adalah ..sepeda motor ini menggunakan mesin buatan Jepang sehingga dipertanggung jawabkan garansi ketahanannya yang tentunya pada akhirnya akan menghemat uang dan waktu anda…..Sekarang mana F nya, mana A nya dan mana B nya.
“Mesin buatan Jepang itu fitur atau penggunaan…”Ati cepat menjawab
“Dapat dipertanggung jawabkan garansi ketahanan..itu adalah advantage atau keunggulan…”Bulan langsung menyambar.
“Ya..aku paling gampang sekarang…karena menghemat uang dan waktu itu jadi benefit atau keuntungan..”Demikian yang dikatakan Cikal.
“Bagus..bagus…begitu dong teman-teman..menjual itu ternyata ada tekniknya dan kalau kita kuasai tekniknya akan lebih mudah untuk kita dan lebih meyakinkan untuk pelanggan...aku juga belajar teknik-teknik itu supaya waktu bicara tidak hanya menceritakan daftar fitur padahal pelanggan membeli karena punya manfaat terhadap mereka..”. Suti menjelaskan dengan semangat kemudian melanjutkan lagi.
“Nah setelah 3 tahun aku berada di bagian pelatihan suatu hari menjelang 17 Agustus perusahaan melakukan lomba menjual di kalangan karyawan. Siapa saja boleh ikut lomba ini asalkan bukan karyawan penjualan. Kalau karyawan penjualan kan kerja nya jualan jadi tak perlu lagi ikut lomba, kalau mereka ikut lomba kita semua kalah oleh dia. Masa lomba itu selama 1 bulan dan ada hadiah uang untuk pemenangnya. Untuk aku..... ini seperti pucuk dicinta ulam tiba... .. inilah medan perang untuk membuktikan bahwa aku adalah tentara yang sudah terlatih...Dalam satu bulan itu aku sungguh-sungguh mengerjakan tantangan ini. Aku manfaatkan waktu luang sebaik mungkin, aku memanfaatkan semua kenalan dan jaringan yang aku tahu, aku gunakan ilmu-ilmu yang aku pelajari untuk menjual peralatan elektronik yang memang jadi produk jualan perusahaan tempat ku bekerja.......targetku jelas jual sebanyak mungkin dan menjadi pemenang.., tahukah kalian apa yang terjadi...?”
“Kamu menangkan....?” Tika langsung menduga.
“Tidak hanya itu...”. Suti langsung menjawab.
“Apa lagi......???” Ati, Bunda dan Cikal berbareng bertanya.
“Aku menang jadi juara 1, aku dapat hadiah uang dan aku dipromosikan dari OCG di bagian pelatihan karyawan menjadi seorang tenaga penjual. Aku punya jabatan baru namanya Sales Associate, aku punya seragam baru, meja kerja sendiri, diberi HP dan laptop dan tentunya gaji yang baru.... ... luar biasa kan? Itu semua hanya gara-gara aku dianggap pandai menjual...”.
“Hebaaat... Suti..aku makin sadar bahwa segala sesuatu yang engkau telah capai sekarang merupakan perjuangan secara bertahap..dan kau selalu berusaha maju terus..., aku sungguh belajar darimu..”Tika langsung berkomentar.
“Tika..terima kasih....namun kita harus selalu ingat bahwa setiap peluang baru adalah pintu yang lebih lebar untuk sesuatu yang lebih besar lagi. Kemenangan itu bukan akhir...itu awal untuk perubahan lebih besar lagi karena melalui uang hadiah itu aku bisa membayar uang masuk untuk kuliah S1...aku mengambil kuliah jurusan bisnis di sebuah Perguruan Tinggi yang membuka kelas sore dan akhir pekan. Tidak gampang bagiku mengatur waktu kerja dan belajar sekarang...namun kita semua harus ingat bahwa yang indah di masa depan harus dibayar dengan keberanian berkorban di masa sekarang...”
Ati, Bunda, Cikal dan Tika hanya bisa mengangguk-angguk dengan kagum. Mereka ingin sekali belajar dari keberhasilan Suti.
“Suti..sungguh menginspirasi ya...akhirnya kau bisa kuliah juga..aku ingin belajar resep-resep keberhasilanmu dalam menjual. Kebetulan sedang ada tugas menjual nih di kelas Mandiri Sahabatku...” Sekarang Ati yang gemar belajar memohon sesuatu kepada Suti.
“Pasti..pasti nanti aku ceritakan...” Suti langsung menjawab.
“ Eh ..omong-omong mba Suti berapa lama sih jadi tenaga penjual...koq sekarang katanya sudah Direktur, bagaimana caranya ya..? Bunda yang penuh ambisi juga ingin tahu.
“Sabar-sabar teman-teman...sekarang kan sudah malam...kita berpisah dulu besok kita teruskan ya....kasihan suami tuh dia sedang menunggu untuk ngobrol menjelang tidur. ......kita sambung besok ya..”Demikian Suti mengakhiri percakapan malam itu.
(bersambung)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar