Minggu 3: Kreativitas & Inovasi
Catatan Tika Lembar 14: Berdiskusi Kreativitas & Inovasi
Seusai pelatihan minggu ke 3 tentang kreativitas & inovasi 4 sekawan klub belajar Kuliner Nusantara berkumpul di taman. Pembelajaran hari itu membuat mereka sedih dan juga gembira, mereka sedih sebab kenapa tidak dari dulu paham ilmu kreativitas & inovasi namun mereka juga tetap gembira karena merasa belum terlambat memulai lagi.
“Aku...sekarang benar-benar ngeh...kenapa kreativitas itu penting sekali, dulu sudah dengar tapi kenapa ya koq tidak twing gitu lho...Majikanku kan guru TK...suatu hari aku menemani majikan makan malam di restoran. Aku menjaga anaknya sedang dia ngobrol dengan teman-temannya...Majikan ku Mrs Tang cerita ke teman-temannya bahwa anak-anak itu harus selalu diberikan kegiatan yang bervariasi supaya wawasannya makin luas dan makin lancar berkreasi demikian juga ketika makin dewasa. Kegiatan yang tidak rutin, tidak itu-itu saja atau bervariasi itu penting sekali...kata dia lho...kegiatan rutin itu hanya gunakan enersi yang sedikit, karena sudah biasa dan itu tidak membuat otak kita berkembang, otak kita harus terus menerus dilatih supaya makin terampil..” Tika menceritakan kesan mendalam yang ia peroleh di pelatihan.
“Kalau aku tadi pelatihan...banyak sedihnya...ingat anak...aku ingin mengajarkan mereka untuk kreatif sejak dini...tapi kalau tak ada ibu yang menemani.....siapa yang bisa menggantikan kesabaran dan ketekunan ibu dalam mendidik anak.....?” Bunda yang juga seorang orang tua tunggal berbagi cerita dengan kesedihan mendalam dan pelan-pelan air mata itu mengalir dari matanya.
“Huk...huk .....aku sedih teman-teman....aku mau jadikan pengalaman ini sebuah kisah kehidupan yang akan memicu aku untuk pulang ke kampung dengan siap dan segera..” Sekarang Bunda mencoba menguatkan hatinya sendiri dan teman-temannya memeluk Bunda dengan pelukan persahabatan yang hangat dan sejati.
“Kalau aku terinspirasi sekali dengan videonya Gordon Ramsay...selibriti kuliner dunia itu...aku tahu aku ini pintar masak..bukan sombong ya teman-teman...tapi itu kata 3 majikan yang aku pernah kerja. Semua majikanku itu western jadi biasanya blak-blakan dan cukup jujurkan...sekarang aku sadar ada satu hal yang harus aku sungguh kembangkan yaitu kecakapan berkomunikasi....aku ini tipe itu lho yang kata pelatih UCEC...duduk, diam dan senyum-senyum...aku pendiam dan cenderung malu untuk berinisiatif...aku harus berubah. Gordon Ramsay itu walau pintar masak tapi kalau tak pandai berkomunikasi ia tidak akan seperti sekarang...” Ati yang asal Cianjur ini berbagi dengan jujur.
“Hmmm...pantas ya orang tua mu menamakan kami Ati...kamu memang terlalu hati-hati... pilih cowoqku juga jadi terlalu hati-hati ya...sehingga sampai sekarang jadi jomblo sejati.... ha..ha..ha...bercanda ya Eti.” Demikian Cikal menggoda. Cikal ini memang yang paling semangat diantara mereka bila berbincang soal cinta sehingga teman-temannya juga menggoda dia bahwa Cikal itu kependekan dari Cinta Kalang Kabut.
“Sekarang aku..sekarang aku....”. Cikal sudah semangat ingin berbagi.
“Aku merasa makin mantap masuk bisnis katering....aku merasa ada begitu banyak ide yang bisa kita gali bahkan disini di Hong Kong....Dulu aku sering merasa bahwa susah ya mempersiapkan diri jadi entrepreneur katering selama kita Di Hong Kong, sekarang aku berpikir berbeda...berada di Hong Kong adalah peluang...aku bisa belajar masakan nusantara dari banyak teman-teman dari seluruh Indonesia...aku bisa belajar masak dari majikan bahkan dari keluarga majikan atau temannya majikan...aku bisa ikut kursus lebih gampang dari pada di kampung, disini aku bisa lihat buku-buku kuliner yang bagus di toko buku atau library....wah memang dulu pikiran belum terbuka.....sekarang makin benderang...aku harus gunakan waktu di Hong Kong untuk belajar sebanyak mungkin..”Cikal dengan berkobar bercerita.
“Kisah Sylvester Stallone dari bu Evelyn juga sangat membangkitkan semangat ya...bagaimana seseorang bisa sangat kokoh memperjuangkan masa depannya...aku rasanya belum apa-apa dibandingkan perjuangan dan pengorbanan bintang film Rocky itu ya....”Tika bercerita sambil terkenang-kenang dengan apa yang ia lihat dan dengar dari bu Evelyn.
“Kalau aku dari bu Evelyn ingat cerita itu lho...wanita tanpa tangan yang bisa bertanding di pertandingan olah raga antar atlit cacat, bisa nyeplok telor pakai tangan dan yang paling hebat adalah bisa menikah dan punya suami ...ganteng banget. Itu kali ya yang disebut ...inner beautu...atu kecantikan dari dalam yang melampaui kecantikan yang tampak dari luar...duh indah banget tuh..” Ini kesan dari Cikal yang memang sering kalang kabut kalau soal cinta.
Sekarang berikutnya...apa ya yang harus kita lakukan bersama...jangan sampai pelajaran kita pendam saja selama hari kerja dan baru belajar lagi di hari Minggu...apa ya yang harus kita lakukan?” Tika mengajak teman-temannya berpikir.
“Jangan sampai semangat menurun ...betul-betul....tapi bagaimana ya..”Ati juga ikut bertanya.
Bunda yang tampak paling senior, paling matang dan bijaksana dengan tenang memberikan usul:”Bagaimana kalau kita membuat loma diantara kita...lomba mempraktekkan apa yang dipelajari dan ditugaskan..siapa yang punya cerita yang paling menarik kita traktir bareng..... ayo bagaimana setuju tidak..?
“Opps...ini sungguh beda, inikah contoh kreatifitas...kita harus bertindak dan mencobanya..” Tika langsung menyambut.
“Setuju,,,aku juga setuju..pokoknya pada saat kita janjian bertemu kita saling cerita apa yang kita lakukan sebagai bukti bahwa kita bukan sekedar pendengar saja di Mandiri Sahabatku...kita jadi pelaku aktif...pembelajar sejati...pengubah masa depan....pokoknya....aku tidak mau jadi orang yang sama lagi....”Cikal yang biasa bersemangat langsung menyambut.
Ati yang lebih pendiam hanya manggut-manggut padahal hatinya berkata:”Jangan remehkan aku...aku ini pemalu dan pendiam tapi bukan berarti tidak bisa berubah....”
Di Minggu malam itu 4 sekawan saling berpisah, masing-masing ingin jadi pemenang, masing-masing berencana menyajikan cerita kehidupan yang mengubahkan masa depan. Siapakah yang pantas jadi pemenangnya...?
(bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar