MINGGU 2: Komunikasi & Kecakapan Menjual
Catatan Tika Lembar 7: Bertemu Suti di Dunia Maya
Tika baru saja menyelesaikan kelas Mandiri Sahabatku minggu yang ke 2. Pelajaran hari Minggu tadi adalah tentang Komunikasi dan Kecakapan Menjual. “Hmmm rasanya aku ngga berbakat deh....”
“Masih untung tadi berani maju ke depan bicara 1 menit...panas dingin rasanya. Itu prestasi tertinggi untuk Tika...aku payah untuk bicara depan umum..”
“Apalagi harus jualan...wah pasti payah..”
“Jualan hanya untuk yang punya bakat..”
Itu semua yang ada di kepala Tika setiba di rumah.
Sementara ia beristirahat Tika bermain-main dengan laptop
Sebuah alat baru yang menjadi kesukaannya di kala senggang.
Sekarang Tika sudah memiliki sebuah FB Account, alamat email dan sedang belajar bagaimana melakukan percakapan lewat Skype atau Google Hangout.
Sementara ia menjelajah Facebook mencari-cari teman masa lalunya
Tiba-tiba ia menemukan sebuah nama yang pernah akrab dengannya Suti Sumarni nama itu.......
“Tapi koq Suti ini jadi pengarang buku ya, apa tak salah.....? Suti Sumarni yang kukenal sama-sama hanya lulusan SMP..”Demikian Tika berkata dalam hati.
“Coba ku telusuri lagi...” Tika makin penasaran.
Rasa penasaran Tika bukannya makin menggebu karena Suti yang ia temukan berasal dari SMP yang sama sekarang adalah seorang sarjana, Direktur sebuah perusahaan training dan ya itu dia....menikah dengan seorang sarjana. “Apakah itu cerita palsu atau seseorang membajak nama Suti teman ku itu...” Rasa penasaran Tika makin melambung.
Tika terus menjelajah dunia maya mencari tahu tentang Suti dan akhirnya ia bisa menemukan alamat emailnya dari website perusahaan training itu. Dengan sedikit ragu Tika mengirimkan email, menyapa dan menanyakan kabar sambil memastikan dulu apakah itu Suti yang pernah sebangku dengannya di masa SMP, sekitar 15 tahun yang lalu. Rasa penasaran Tika perlahan mulai terjawab dengan kegembiraan bertemu kembali dengan sahabat lama. Kemudian mereka saling berjanji untuk melakukan chatting untuk mengobrol lebih intim.
Tika:”Wah..luar biasa sekali ya prestasimu itu Suti, apa betul itu gara-gara kecakapan menjual...”
Suti:”Terima kasih Tika...ya itu rahmat Ilahi...namun kalau ada bagianku maka aku bersyukur sudah belajar berkomunikasi dan menjual...”
Tika:”15 tahun terakhir kita tak saling bertemu dan kau sudah berubah banyak...kalau aku...sedikit perubahan ...12 tahun aku jadi BMI di Hong Kong..”
Suti:”Tak ada yang perlu disesali Tika...12 tahun itupun sebuah sekolah kehidupan untukmu...masih ada peluang....kau masih muda...masih bisa berjalan mendaki dengan cepat untuk mencapai cita-cita....”.
Tika:”Ada 4 perbedaan besar antara kau dan aku sekarang....kau sudah jadi penulis buku, kau sudah jadi Direktur Perusahaan, kau sudah jadi seorang Sarjana dan kau jga sudah punya keluarga...........kalau aku.?
“Padahal kita dulu sebangku dan senasib ya Suti...sama-sama tak dapat meneruskan sampai jenjang SMA atau SMK...”
Suti:”Tika...ayo jangan putus asa...Aku juga melalui sebuah perjalanan kehidupan yang tak gampang, namun bersyukur aku berhasil mengelola kehidupan untuk naik terus dari satu anak tangga ke anak tangga lain yang lebih tinggi. Aku dengan sengaja dan dengan segala daya berusaha terus membangun impian dan memperbaiki kehidupan. Mau dengar ceritaku...?
Tika:”Mau..mau...ayo cerita dong Suti..”
Suti:”Besok ya Tika kita teruska. Aku akan cerita bagaiamana anak tangga kehidupan aku berhasil bangun dan bagaimana kecakapan komunikasi dan menjual telah mengangkat aku ke tempat yang lebih tinggi....Besok ya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar