Minggu, 15 Desember 2013

Minggu 5: PELUANG

Catatan Tika Lembar 26: Rencana Bunda

Bunda sekarang mendapat giliran untuk menceritakan rencana hidup.
“Aku membagi kehidupan dalam beberapa anak tangga dengan tujuan akhir memiliki usaha katering sendiri. Anak tangga yang pertama adalah kerja magang di usaha katering yang ada di Hong Kong..aku akan belajar disana...aku ingin tegaskan bahwa aku bukan hanya belajar sampai bisa tapi harus ahli dan hebat dalam hal ini. Itu anak tangga yang kedua jadi seseorang yang hebat dalam memasak Chinese Food.....seandainya di Hong Kong ada lomba masak Chinese Food diantara orang asing....maka aku akan ikut dengan target juara. Untuk mencapai itu...masih ingatkan dengan Teresa teman dari Chen anak terkecil dari Bobo? Aku dikenalkan oleh Chen karena aku mencari informasi...dan Teresa memimpin sebuah usaha katering di Hong Kong...aku sudah bertemu Teresa aku katakan aku mau magang...kerja ngga digaji tidak apa..aku katakan setiap libur aku sanggup kerja 4 jam tanpa dibayar...untuk aku ini kursus gratis...untuk Teresa ya tenaga kerja gratis...tentu ia tak akan menolak. Aku akan kerjakan ini dalam waktu 1 tahun ke depan....melalui Teresa aku akan mencapai anak tangga pertama dan kedua”

“Seterusnya...?”Ati tak sabar mendengarkan.
“Hmmm...seterusnya adalah anak tangga ke 3 yaitu kerja perusahaan katering di Semarang supaya aku bisa serumah lagi dengan anakku dan aku targetkan jadi kepala koki masakan Chinese Food...aku tidak mau dari bawah lagi sebagai tukang cuci piring....aku akan buktikan bahwa aku sanggup jadi kepala koki...aku akan ceritakan bahwa aku magang di Hong Kong di perusahaan katering. Untuk sasaran ini upaya aku selama 1 tahun ini adalah membina hubungan dengan pengusaha katering di Semarang.....aku sudah berkomunikasi dengan mantan bossnya Tiara temanku dulu...boss ini punya usaha katering di Semarang dan akan dapat pesanan untuk pabrik milik orang Hong Kong...aku sudah kontak dia dan mengatakan dalam waktu 1 tahun aku akan bisa membantu dia...aku katakan paling sedikit 100 resep akan aku kuasi. ....aku benar-benar nekad deh....Jadi anak tangga yang ke dua adalah jadi kepala koki untuk katering khusus Chinese Food. Upayanya adalah magang di Teresa dan kumpulkan resep paling sedikit 100 resep dan terus berkomunikasi dengan pengusaha katering di Semarang...” Bunda tampak sekali memiliki rencana yang jelas.

“Jadi kau...kembali jadi pegawai...bagaimana cita-cita entrepreneur mu Bun...?” Tika bertanya dengan rasa heran.
“Cita-cita itu tetap ku pelihara dan tetap menyala...itu rencana berikutnya setelah nanti aku 3 tahun bekerja di tanah air....selama aku bekerja nanti aku akan bekerja bukan sekedar untuk gaji...aku bekerja untuk BELAJAR dan BERTUMBUH MAKIN SIAP...aku sengaja tidak mau langsung buka usaha katering.......aku harus jujur pada diri sendiri aku belum siap....aku masih perlu belajar....setiba aku di tanah air aku mau memiliki waktu dan perhatian yang cukup untuk anakku....aku mau prioritaskan anak dulu...aku tidak mau di tahun-tahun pertama di tanah air aku pontang panting mengurus usaha bisnis yang baru lahir sehingga anakku kembali tak mendapatkan perhatian....masih ingatkan pak Ucec mengatakan ada 3 jalur masa depan yaitu ENTREPRENEURSHIP (jadi entrepreneur), EMPLOYABILITY (jadi pekerja professional) & EDUCATION (meneruskan pendidkan). Aku mengambil dulu jalur employability atau karyawan sebagai sasaran pertama di tanah air namun pikiran jiwaku tetap menuju posisi entrepreneur...itu akan aku capai posisi entrepreneur secepatnya 3 tahun dan selambatnya 5 tahun setelah aku kerja di perusahaan katering. Inilah anak tangga ke 4 untuk aku.....”

“Wah..ternyata kau membuat sebuah jalinan anak tangga yang kreatif...mengkombinasikan berbagai hal tapi ujung-ujung nya menjadi entrepreneur....aku salut Bun..” Dengan tulus Ati memberikan pujian.
“Jadi jumlah anak tanggamu ada 4 ya Bun....” Demikian Cikal ingin memastikan.
“Tidak...tidak aku punya 5 dan barangkali tahun depan jadi 6 atau 7...hidup terus bergerak dan aku ingin terbang lebih tinggi....”Bunda menjawab dengan terseyum.
“Sekarang apa anak tangga ke 5 yang sudah kau pikirkan Bu...?” Tika bertanya dengan rasa ingin tahu.
“Anak tangga ke ...adalah membangun usaha bisnis bersama anakku semata wayang...sebuah usaha bisnis yang mengakar dari bakat dan talenta anakku....aku ingin memiliki usaha bisnis yang dibangun bersama dia...aku akan membantu dia bagaimana memulai dari nol dan kemudian menumbuhkan jadi besar.........aku ingin mewariskan ilmu entrepreneurship kepada anakku....bukan usaha bisnis yang aku wariskan tapi ilmunya......inilah hadiah terindah yang ingin aku berikan kepada anakku” Bunda menjawab dengan mata sedikit berkaca karena teringat pada anaknya.

(bersambung)
Minggu 5: PELUANG

Catatan Tika Lembar 26: Rencana Bunda 

Bunda sekarang mendapat giliran untuk menceritakan rencana hidup.
“Aku membagi kehidupan dalam beberapa anak tangga dengan tujuan akhir memiliki usaha katering sendiri. Anak tangga yang pertama adalah kerja magang di usaha katering yang ada di Hong Kong..aku akan belajar disana...aku ingin tegaskan bahwa aku bukan hanya belajar sampai bisa tapi harus ahli dan hebat dalam hal ini.  Itu anak tangga yang kedua jadi seseorang yang hebat dalam memasak Chinese Food.....seandainya di Hong Kong ada lomba masak Chinese Food diantara orang asing....maka aku akan ikut dengan target juara. Untuk mencapai itu...masih ingatkan dengan Teresa teman dari Chen anak terkecil dari Bobo? Aku dikenalkan oleh Chen karena aku mencari informasi...dan Teresa memimpin sebuah usaha katering di Hong Kong...aku sudah bertemu Teresa aku katakan aku mau magang...kerja ngga digaji tidak apa..aku katakan setiap libur aku sanggup kerja 4 jam tanpa dibayar...untuk aku ini kursus gratis...untuk Teresa ya tenaga kerja gratis...tentu ia tak akan menolak. Aku akan kerjakan ini dalam waktu 1 tahun ke depan....melalui Teresa aku akan mencapai anak tangga pertama dan kedua”

“Seterusnya...?”Ati tak sabar mendengarkan.
“Hmmm...seterusnya adalah anak tangga ke 3 yaitu kerja perusahaan katering di Semarang supaya aku bisa serumah lagi dengan anakku dan aku targetkan jadi kepala koki masakan Chinese Food...aku tidak mau dari bawah lagi sebagai tukang cuci piring....aku akan buktikan bahwa aku sanggup jadi kepala koki...aku akan ceritakan bahwa aku magang di Hong Kong di perusahaan katering. Untuk sasaran ini upaya aku selama 1 tahun ini adalah membina hubungan dengan pengusaha katering di Semarang.....aku sudah berkomunikasi dengan mantan bossnya Tiara temanku dulu...boss ini punya usaha katering di Semarang dan akan dapat pesanan untuk pabrik milik orang Hong Kong...aku sudah kontak dia dan mengatakan dalam waktu 1 tahun aku akan bisa membantu dia...aku katakan paling sedikit 100 resep akan aku kuasi. ....aku benar-benar nekad deh....Jadi anak tangga yang ke dua adalah jadi kepala koki untuk katering khusus Chinese Food. Upayanya adalah magang di Teresa dan kumpulkan resep paling sedikit 100 resep dan terus berkomunikasi dengan pengusaha katering di Semarang...” Bunda tampak sekali memiliki rencana yang jelas.

“Jadi kau...kembali jadi pegawai...bagaimana cita-cita entrepreneur mu Bun...?” Tika bertanya dengan rasa heran.
“Cita-cita itu tetap ku pelihara dan tetap menyala...itu rencana berikutnya setelah nanti aku 3 tahun bekerja di tanah air....selama aku bekerja nanti aku akan bekerja bukan sekedar untuk gaji...aku bekerja untuk BELAJAR dan BERTUMBUH MAKIN SIAP...aku sengaja tidak mau langsung buka usaha katering.......aku harus jujur pada diri sendiri aku belum siap....aku masih perlu belajar....setiba aku di tanah air aku mau memiliki waktu dan perhatian yang cukup untuk anakku....aku mau prioritaskan anak dulu...aku tidak mau di tahun-tahun pertama di tanah air aku pontang panting mengurus usaha bisnis yang baru lahir sehingga anakku kembali tak mendapatkan perhatian....masih ingatkan pak Ucec mengatakan ada 3 jalur masa depan yaitu ENTREPRENEURSHIP (jadi entrepreneur), EMPLOYABILITY (jadi pekerja professional) & EDUCATION (meneruskan pendidkan). Aku mengambil dulu jalur employability atau karyawan sebagai sasaran pertama di tanah air namun pikiran jiwaku tetap menuju posisi entrepreneur...itu akan aku capai posisi entrepreneur secepatnya 3 tahun dan selambatnya 5 tahun setelah aku kerja di perusahaan katering. Inilah anak tangga ke 4 untuk aku.....”

“Wah..ternyata kau membuat sebuah jalinan anak tangga yang kreatif...mengkombinasikan berbagai hal tapi ujung-ujung nya menjadi entrepreneur....aku salut Bun..” Dengan tulus Ati memberikan pujian.
“Jadi jumlah anak tanggamu ada 4 ya Bun....” Demikian Cikal ingin memastikan.
“Tidak...tidak  aku punya 5 dan barangkali tahun depan jadi 6 atau 7...hidup terus bergerak dan aku ingin terbang lebih tinggi....”Bunda menjawab dengan terseyum.
“Sekarang apa anak tangga ke 5 yang sudah kau pikirkan Bu...?” Tika bertanya dengan rasa ingin tahu.
“Anak tangga ke ...adalah membangun usaha bisnis bersama anakku semata wayang...sebuah usaha bisnis yang mengakar dari bakat dan talenta anakku....aku ingin memiliki usaha bisnis yang dibangun bersama dia...aku akan membantu dia bagaimana memulai dari nol dan kemudian menumbuhkan jadi besar.........aku ingin mewariskan ilmu entrepreneurship kepada anakku....bukan usaha bisnis yang aku wariskan tapi ilmunya......inilah hadiah terindah yang ingin aku berikan kepada anakku” Bunda menjawab dengan mata sedikit berkaca karena teringat pada anaknya.

(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar