Jumat, 13 Desember 2013

Catatan Tika di Kelas Dasar Mandiri Sahabatku

MINGGU 1: Tema Road Map & Anak Tangga Masa Depan

Catatan Lembar 1

Tika akhirnya memutuskan untuk ikut Kelas Dasar Mandiri Sahabatku berkat ajakan yang gigih dari seorang teman sekampung yang pernah ikut kelas sebelumnya. “Pelatihan seperti apa lagi sih.....”. Demikian ia berpikir namun setelah mempertimbangkan kegigihan temannya dan pelatihan Mandiri Sahabatku itu gratis akhirnya tgl 17 November 2013 lalu ia datang juga ke Hotel Reinesance di Wanchai. Begitu ia datang rasanya Tika disambar geledek karena pertanyaan-pertanyaan dari para pelatih membuat dia berpikir ulang apa arti pengalaman hidupnya selama bekerja di Hong Kong selama 12 tahun terakhir ini. Begitu banyak pikiran baru yang membuat dia jadi terhenyak dan menanyakan kembali apa yang ia sudah terbiasa lakukan selama ini selama bertahun-tahun dan begitu lama.

“Apakah aku akan mengakhiri karir hidupku yang begitu berharga sebagai pensiunan BMI...?”.
“Kalau ada pilihan lain yang bisa aku perjuangkan apakah aku akan tetap memilih jadi BMI..?”
“Kenapa aku membiarkan hidupku selama 12 tahun melakukan hal yang sama berulang-ulang...?”
“Bisakah aku memiliki ijazah STM (Sanggup tidak Miskin)...?”
“Apakah aku bisa...?”

Hari Minggu itu Tika belajar bagaimana mengungkapkan impian dalam bentuk sasaran. Berbeda dengan sekedar impian yang indah sasaran adalah tujuan yang dapat kita ukur secara waktu maupun besaran angka yang lain. Contoh sasaran adalah sbb:

• Tahun 2018 saya ingin buka Warung Lesehan dengan kapasitas 50 tempat duduk.
• 5 tahun lagi saya ingin punya toko sembako dengan penjualan perhari mencapai Rp 2 juta.
• Akhir tahun 2018 saya akan buka katering dengan penjualan minimum Rp 10 juta per bulan.
• Di akhir kontrak yang ke 2 atau 4 tahun lagi saya akan buka usaha kolam gurame dengan 2 kolam untuk 500 ekor bibit.

Tika juga belajar bahwa kita tidak perlu takut membuat sasaran yang besar karena sasaran yang besar dapat kita bagi jadi sasaran-sasaran yang lebih kecil yang saling tersambung dan makan lama makin meningkat mendekati yang besar. Bukankah sasaran yang besar itu bila kita merintisnya tahap per tahap dengan setia maka akan mungkin tercapai, nah itulah yang sekarang jadi kesadaran baru Tika. Sebagai contoh seorang anak umur 6 tahun ingin jadi sarjana. Bisakah? Pasti bisa asalkan sasaran-sasaran lebih kecil berikut ini ia dapat capai yaitu dapatkan ijazah SD, lalu ijazah SMP, lalu ijazah SMA dan terakhir ijazah Perguruan Tinggi. Tika mengakhiri lembar pertama catatan belajarnya setelah menyelesaikan pelatihan minggu pertama di Kelas Dasar Mandiri Sahabatku dengan mengatakan kepada dirinya sendiri:”Tiba saatnya aku jadi tour leader untuk hidupku sendiri, aku ingin memiliki pilihan-pilihan dalam hidup ini, merancang hidup seindah mungkin dan berani membayar harga dengan kerja keras atau belajar keras sekalipun....” . Sekarang lembar 2 sudah ada di tangannya. Tika merenung sejenak ada banyak hal yang ada di kepalanya. Sekarang apa yang harus aku tulis berikutnya...? Ia kemudian menghubungi teman-teman sekelasnya di Kelas Dasar itu dan bertanya apa saja yang mereka dapatkan di hari pertama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar