Jumat, 13 Desember 2013

Minggu 4: PASSION & PELUANG

Catatan Tika Lembar 22: Melihat PELUANG Bisnis dari PASSION

Malam berikutnya ke 4 sekawan klub belajar Kuliner Nusantara masih meneruskan pertemuan di udara dengan saling Skype kembali dan mereka sepakat untuk masih berdiskusi soal PASSION.
“Aku tidak pernah terpikir tuh waktu dulu...koq belajar entrepreneurship harus paham passion dulu...kayaknya entrepreneur ya hanya itu saja belajar bisnis... tapi sekarang mulai paham kenapa harus memikirkan passion...” Bunda memulai percakapan mereka.
“Apa yang sudah makin paham Bun...ayo terangkan lagi..” Cikal bertanya penuh rasa ingin tahu.
“Sekarang aku paham dengan melihat dunia dari kaca mata passion maka aku belajar mengenali PELUANG dari kaca mata passion...jadi ketika bisnis dikerjakan berdasarkan passion maka kerja keras pun terasa menyenangkan, kesulitan dan tantangan jadi terasa lebih ringan dihadapinya..”Bunda menjelaskan dengan lancar.
“Jadi passion itu membuat kita berkobar-kobar semangatnya ya Bun...kayak iklan energy drink saja tuh Bun..” Cikal sedikit menggoda.
“Semangat itu penting sekali lho...Cikal jangan sepelekan itu.....kalau tidak ada semangat tidak ada juga usaha bisnis...”Ati sekarang memberikan komentar.
“Setuju Ati...setuju sekali aku pernah membaca sebuah definisi semangat atau enersi yang dibuat jadi seperti puisi oleh pak Ucec...aku cari sebentar ya aku pernah menyalinnya....ini dia...aku bacakan buat kalian ya...

Apa Itu ENERSI?

• Dalam kehidupan Kerja sehari-hari kita menyebutkannya sebagai ANTUSIASME
• Dalam rutinitas kita menyebutnya sebagai KETEKUNAN
• Dalam menyelesaikan Tugas Berat kita mengenalnya sebagai KERJA KERAS
• Dalam menghadapi Tantangan kita mengenalnya sebagai OPTIMISME
• Dalam menemukan PELUANG kita mengenalnya sebagai KREATIVITAS
• Dalam menghadapi KESULITAN kita mengenalnya sebagai PANTANG MENYERAH
• Dalam Penderitaan kita menyebutnya sebagai DAYA TAHAN
• Dalam menghadapi Ancaman kita mengenalnya sebagai KEBERANIAN

“Oh..begitu ..sekarang aku makin mengerti...ini kan artinya kalau kita punya passion yang serius maka kita akan terus bersemangat menerobos segala rintangan sambil terus naik tangga ke atas...jadi bukan sekedar hanya kerja capai seumur hidup tapi nasib tak pernah berubah...” Bunda dengan segera menyimpulkan.
“Aku ingin sekali deh..punya semangat yang seperti itu...tapi rasanya semangatku belum sebesar itu...bagaimana ya supaya semangat ku makin berkobar-kobar...”Ati mengajukan sebuah pertanyaan yang jujur dan keluar dari hati.
“Aku ceritakan ya...kenapa semangatku berkobar sekali....aku sebagai orang tua tunggal...sangat ingin menemani anakku melalui masa remajanya...jadi kedalam passion ku itu kutambahkan semangat cinta anak............kalau aku sekarang begitu bersemangat merintis bisnis katering itu bukan sekedar karena aku suka masak...dalam diriku ada desakan yang sangat kuat dan begitu kuat untuk kembali bersama dengan keluarga.......dan caranya adalah sukses membangun bisnis katering di tanah air sendiri...” Bunda berbagi resep semangatnya dengan kata-kata yang bersungguh-sungguh sehingga bergetar bibirnya oleh emosi yang mendalam.
“Ya Bunda aku melihat itu dalam dirimu...engkau memiliki semangat seperti api yang sangat besar dan siap membakar apa saja yang menghalangi..... aku juga mirip seperti itu....aku punya 3 adik dan banyak keponakan. Aku ingin jadi orang pertama di keluargaku yang sukses jadi entrepreneur...aku ingin jadi contoh buat adik-adikku dan keponakan keponakanku...aku ingin aku jadi orang terakhir di keluarga yang harus jadi BMI di Hong Kong..” Tika berbagi semangat dan menyampaikan apa yang paling memotivasi dia. Ati yang sejak tadi menyimak setiap perbincangan sekarang membuka mulut menyampaikan isi hatinya:
“ Aku anak terakhir...tidak ada kewajiban lain hanya kewajiban mengabdi ke orang tua...aku bersemangat karena aku ingin menciptakan masa depanku sendiri...aku ingin jadi orang yang punya pilihan-pilihan dalam kehidupan...aku tidak mau sepanjang hidup harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bukan aku suka...aku ingin mencapai impian masa kecilku....melihat keragaman dunia sebanyak mungkin...suatu kali aku akan datang lagi ke Hong Kong sebagai turis...datang ke Victoria Park dengan status baru..pelancong dari Indonesia..dan aku tahu sekarang bahwa melalui jalan ber-entrepreneur aku dapat mencapainya asalkan aku memperjuangkan itu setiap hari...” Ternyata dibalik ketenangan Ati terdapat tekad yang kokoh.

Sekarang semua mata memandang ke Cikal karena semua ingin tahu apa yang jadi sumber api semangat Cikal untuk passion yang ia miliki di bisnis kuliner.
“Heh...bagian aku ya.....terus terang ya kawan-kawan ini yang membaar semangatku...tapi jangan cerita-cerita ke teman-teman lain ya...”. Cikal berbicara dengan pelan dan ini membuat rasa ingin tahu yang makin besar dari ke 3 teman lain.
“Ya..ya ini jadi rahasia 4 sekawan saja...” Hampir berbareng yang lain menjawab.
“Ini teman-teman yang ikut membakar semangatku...aku ingin jadi entrepreneur sukses karena.......aku ingin punya suami entrepreneur sukses dan nanti kami bisa mendidik anak-anak yang juga bisa jadi entrepreneur yang lebih sukses dari ibunya dan ayahnya...” Cikal menjawab dengan terus terang dan sedikit malu.
Mendengar jawaban Cikal serempak yang lain tertawa terbahak-bahak.
“Ah Cikal koq begitu saja malu....aku juga mau dong mendapat suami entrepreneur..” Tika berkomentar sambil tertawa.
“Aku juga mau..aku juga mau..” Ati juga ikut menambah.
“Yah..urusan pasangan hidup itu urusan kalian yang lebih muda....aku sih urusan anak dulu...tapi kalau TUHAN memberikan aku suami entrepreneur....ya tidak aku tolak sih...”Bunda menjawab dengan senyumnya yang khas dan membuat yang lain tertawa lagi.
"Ha...ha...ha....ha..., ngobrol entrepreneurship memang asyik...”

(bersambung)

Apakah teman-teman sudah memiliki semangat atau enersi yang berkobar-kobar?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar