Jumat, 13 Desember 2013

Minggu 4: PASSION & PELUANG

Catatan Tika Lembar 23: Melihat PELUANG Bisnis Dengan Jelas

Perbincangan tentang PASSION yang seru diantara 4 sekawan klub belajar Kuliner Nusantara sekarang bergeser ke hubungan PASSION dan PELUANG.
“Jadi kita belajar memandang dunia melalui kaca mata passion kan...?” Ati mencoba meyakinkan lagi apa yang telah mereka perbincangkan.
“Nah....kalau sudah pakai kaca mata passion sekarang bagaimana ya caranya agar kita punya kaca mata yang bagus...yang jernih dan bagus sehingga peluang-peluang terlihat jelas dan nyata...bagaimana ya..?’ Tika sekarang meramaikan percakapan mereka.
Bunda yang memang banyak belajar tentang passion dan peluang karena berhasil duduk di bangku paling depan sekarang mencoba menjelaskan.
“Perumpamaan yang mudah dipahami barangkali bila kita membayangkan kita sedang menggunakan kamera yang dapat diganti-ganti lensanya. Teman-teman kan pasti pernah melihat fotografer profesional yang menggunakan kamera dengan lensa yang panjang dan besar itu...sesungguhnya ada banyak macam lensa dari yang pendek dan kecil, pendek dan sempit sampai panjang dan lebar. Semakin canggih lensanya semakin luas jangkauannya dan semakin jauh yang dapat dilihat. Misalnya dengan lensa tele maka orang yang berada jauh disana kita bisa foto tepat di wajahnya saja sehingga ketahuan siapa dia. Tapi kalau kita hanya gunakan lensa yang biasa maka wajah tsb jadi tidak jelas karena lensa biasa tidak bisa meneropong objek yang jauh seakan itu di dekat kita. Artinya dengan lensa tele yang canggih kita bisa MELIHAT APA YANG TAK DILIHAT ORANG LAIN...” Bunda berhenti sejenak sambil menunggu reaksi teman-temannya.

“Belum paham...belum paham.. Bun.” Serentak yang lain menjawab.
“Aku juga belum selesai koq....” Bunda menjawab dengan terseyum lalu melanjutkan.
“Contohnya aku ya...aku kan punya passion yang sangat serius untuk bisnis katering dan untuk itu aku terus menambah ilmu, aku membaca banyak buku dan artikel, aku bertanya dan belajar dari banyak orang sehingga sekarang aku punya WAWASAN yang lebih luas dan dalam. Jadi kalau PASSION itu ditambah dengan BELAJAR maka kita akan punya WAWASAN yang lebih baik dan membuat mata kita makin tajam untuk dapat melihat PELUANG. Jadi WAWASAN seperti lensa yang canggih itu, orang yang sudah punya PASSION bila memperluas dan memperdalam terus WAWASANnya seakan seorang fotografer dengan lensa yang canggih, ia bisa melihat apa yang kebanyakan orang tak melihatnya......Contohnya ya...di Hong Kong kan banyak orang tua yang paham pentingnya makanan yang sehat dan bergizi untuk anak-anak sehingga katering untuk anak-anak tidak sembarangan...aku sudah pelajari itu semua. Aku kemudian pelajari juga apa yang biasa disediakan untuk katering anak di kota tempat tinggalku.........wah banyak yang sembarangan....porsi terlalu banyak atau terlalu sedikit...komposisi menunya sembarangan...........kebersihan tidak terjamin. Setelah aku banding-bandingkan langsung terpikir gagasan peluang bisnis yang baru yaitu katering untuk anak yang sehat dan bergizi. Aku bisa membuat ragam produk sesuai dengan kelompok umur anak...” Dengan mantap Bunda menjelaskan.

“Tapi..itu ide bisnis atau peluang bisnis..., katanya kalau Peluang Bisnis ciri-cirinya memecahkan masalah pelanggan secara kreatif?” Tika sekarang bertanya menguji penjelasan Bunda.
“Ya betul Bun...itu ide bisnis atau sudah jadi peluang bisnis untukmu...hati-hati lho Bun jangan sampai Bunda hanya antusias nya saja padahal tidak ada peluangnya...” Ati menyokong pendapat Tika sambil memperingatkan.
“Ayo Bun...jelaskan lagi...penasaran nih..” Cikal ikut melakukan provokasi.
“Hmmm..hmm pertanyaan yang bagus...baik pelan-pelan aku pikir ya. ..” Bunda mengerinyitkan dahi tapi kemudian langsung menjelaskan lagi.
“Aku pikir itu peluang karena pertama MASALAHnya ada walau mungkin orang tua banyak yang tak sadar.........anak-anak kalau makan katering sembarangan bisa obesitas atau kegemukan dan bisa juga jadi sakit kan..........asal aku bisa meyakinkan orang tua tentang masalah itu maka pasti akan muncul KEBUTUHAN akan produk yang baru yaitu makanan katering anak yang sehat dan bergizi...nah kalau KEBUTUHAN dari Pelanggan itu berhasil aku sediakan solusinya maka KEBUTUHAN Pelanggan berubah jadi PELUANG Bisnis untuk aku. Tentu SOLUSInya harus kreatif misalnya dengan harga yang sama tapi kualitasnya lebih baik........betulkan Tika....?” Bunda sedikit ragu dan meminta dukungan Tika.

“Tepat Bun...kamu betul koq...sekarang aku ngerti..” Tika seakan terbuka pikirannya dan sekarang ia ikut menjelaskan.
“Begini teman-teman aku ringkas ya....PASSION yang kita miliki harus kita tambah dengan WAWASAN yang luas dan dalam....bagaimana memperluas dan memperdalam wawasan....caranya BELAJAR sebanyak mungkin tentang apa yang jadi passion kita sehingga kita bisa melihat MASALAH Pelanggan dengan jelas dan juga bisa memikirkan SOLUSInya. Untuk bisa mendapatkan Solusi yang hebat ilmu KREATIVITAS & INOVASI yang telah kita pelajari di Minggu 3 harus dipakai lagi. Nah...kalau solusi kreatifnya berhasil kita dapatkan maka masalah Pelanggan berubah jadi PELUANG untuk kita. Ringkasannya adalah MKP atau MASALAH, KEBUTUHAN & PELUANG kata pelatih UCEC...”
“Makasih Tika...membantu aku untuk paham lebih dalam...namun aku harus dibantu lagi dong..pakai contoh-contohnya lagi......contoh yang lebih banyak gitu lho.” Ati mengajukan sebuah usulan kepada Tika.
“Betul Tika ...kasih dong contoh-contoh lagi....” Demikian juga Cikal meminta penjelasan lagi.
“Baik teman-teman...kita gali lebih dalam diantara 4 sekawan........usul aku kita besok bertemu lagi dan masing-masing selama seharian punya waktu untuk mencari contoh yang sesuai dengan passion kalian sendiri...kita latihan lagi bagaimana menggunakan MKP untuk bisa mendapatkan Peluang Bisnis dan bukan sekedar Ide Bisnis...Bunda sudah memberikan contoh sekarang kita kerjakan contoh untuk kita sendiri...teman-teman ingatkan pesan pelatih UCEC...berani untuk mencoba dan jangan takut salah...masa mencoba berpikir saja takut salah...yuk latih terus otak kita...masa depan kita adalah sukses karena kerja otak dan bukan kerja otot...” Tika menyampaikan usul sambil memberi semangat.
“Baik..baik ide yang bagus...aku pasti akan mencoba” Ati langsung memberikan respon.
“Aku juga akan mencoba sebisanya...besok ketemu lagi ya..”Cikal juga setuju usul Tika.
“Bagus teman-teman dengan saling berkumpul dan ngobrol positif kita semua akan makin siap jadi entrepreneur...aku juga akan belajar dari kalian..” Bunda ikut memberikan dorongan kepada teman-temannya.

Malam telah larut dan 4 sekawan saling berpisah dan masing-masing mulai berpikir serius bagaimana dengan metoda MKP (Masalah Kebutuhan Peluang) mereka bisa mendapatkan Peluang Bisnis dan bukan sekedar Ide Bisnis.

(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar