Minggu 3: Kreativitas & Inovasi
Catatan Tika Lembar 18: Cikal mencipta Inovasi
Cikal yang paling muda diantara 4 sekawan ini, pengalaman kerja Cikal hanyalah Hong Kong. Dia sudah bekerja selama 6 tahun ke majikan yang sama yaitu Mr. Wagner warga negara Amerika Serikat. Mr.Wagner adalah General Manager sebuah hotel bintang 5 di Hong Kong, Mr.Wagner membangun karir dari bawah di industri perhotelan, khususnya mulai dari dapur. Tidak heran dia sangat kritis soal makanan dan di rumahnya banyak sekali koleksi buku masakan. Semula Cikal merasa kesal terhadap kecerewetan Mr.Wagner soal cita rasa makanan dan tampilan makanan. Hampir-hampir dia tidak melanjutkan kontrak pada saat kontrak yang pertama berakhir. Untung dia bertemu dan mendengarkan nasehat dari seorang seniornya yaitu mbak Saporo yang sudah pengalaman bekerja di Hong Kong lebih dari 15 tahun.
“Kamu bodo kalau keluar kerja dari Mr.Wagner padahal baru 2 tahun.... dengan kerja ke dia kamu dapat 2 keuntungan. Satu kursus bahasa Inggris gratis dan kedua kursus masak gratis..., jangan pikir di tempat lain itu lebih enak, rumput tetangga memang selalu kelihatan lebih hijau”. Karena nasehat inilah Cikal tetap bertahan bekerja pada Mr.Wagner. Sekarang setelah 6 tahun dia bersyukur telah mengikuti nasehat itu. Cikal sanggu berbahasa Inggris walau bahasa Inggris sehari-hari...dan yang hebat dia sudah mulai beraksen Amerika pula. Selain itu..tangan Cikal makin terampil khususnya mengolah makanan Italia kesukaan dari Mr.Wagner. “Betul juga ya nasehat mbak Saporo itu...nanti kalau ketemu tak kasih cokelat deh..” Demikian Cikal menyimpulkan.
Malam itu Cikal berpikir keras tentang lomba kreativitas dan inovasi yang harus ia hadapi di kelompok belajar Kuliner Nusantara. Sambil nonon TV dan menunggu Mr.Wagner pulang kerja ia terus berpikir dan memeras otak.
“Wah...aku ini tidak seleluasa teman-teman yang lain...aku susah keluar rumah, belanja ke swalayan hanya 3 hari sekali. Mr.Wagner kan sangat disiplin... Paling bertelepon..tapi temanku juga tidak banyak juga...bagaimana ya..?’
Tayangan TV di depan Cikal berganti ke acara Master Chef dan baru saja beberapa menit berlangsung sebuah inspirasi muncul di kepala Cikal.
“Kenapa tidak berinovasi di makanan yang aku siapkan untuk Mr.Wagner saja...dan bukankah 3 hari lagi Mr.Wagner akan berulang-tahun...?”
“Ini akan jadi kejutan buat dia?”
“Dapur nya sudah ada, alat-alat sudah ada, bahan baku sudah ada di kulkas, pelanggannya sudah jelas yaitu Mr.Wagner...wah bodoh banget aku ya...kenapa pusing pikirkan di luar rumah, di dalam rumah juga bisa dilakukan kreativitas dan inovasi..” Cikal geleng-geleng kepala sambil juga mensyukuri perubahan yang terjadi dalam dirinya. Ia bersyukur sekarang sudah membangun cita-cita sehingga melihat kehidupan dari kaca mata cita-cita, sehingga ia awas terhadap peluang apa saja yang bisa diraih Seandainya tidak ada cita-cita dan tantangan berinovasi maka tayangan Master Chef tadi hanya jadi hiburan dan bukan jadi inspirasi untuk masa depan.
“Pakailah kaca mata entrepreneur untuk melihat kehidupan......peluang pun lebih gampang terlihat..” Itu yang ia katakan pada dirinya sendiri .
Cikal teringat kepada cerita teman-teman di MS yang pada Agustus lalu sempat datang ke kampus UC di Surabaya dan ikut pelatihan Innovation Kitchen Lab dari Chef Hugo. Teman-teman ini bercerita tentang Chef Hugo yang mengajarkan cara membuat “bumbu rahasia” dan juga merancang resep sesuai keinginan pelanggan. Pada pelatihan itu para peserta diminta membuat nasi goreng Tony dan nasi goreng Nur karena memang pak Tony (Rektor UC) dan pak Nur (Direktur Akademis UCEO) yang akan jadi pelanggannya.
“Aku harus belajar dari yang pernah ikut Innovation Kitchen Lab..”
“Aku akan tanya tentang bagaimana membuat bumbu rahasia kepada beberapa peserta..Innovation Kitchen Lab”
“Aku akan membuat Nasi Goreng Wagner pada hari ulang tahunnya 3 hari lagi...”
“Ini harus jadi kejutan...ini harus jadi inovasi...”
Kalimat-kalimat itulah yang terlintas terus di kepala Cikal.
Setelah berbincang melalui telepon dengan teman-teman MS senior yang ikut Innovation Kitchen Lab akhirnya Cikal menyimpulkan ia harus mencatat semua kesukaan Mr.Wagner dalam hal makanan dan kemudian merancang sebuah resep menu yang sesuai dengan kesenangan Mr.Wagner. Inilah catatan Cikal tentang Mr.Wagner
- Suka nasi India
- Makan nasi porsi besar
- Dalam hal sayuran Mr.Wagner paling suka Green Salad
- Untuk daging yang paling suka adalah daging ayam bagian paha
- Sedikit pedas tapi tak boleh terlalu pedas
- Tidak boleh terlalu banyak minyak
- Penataan harus kreatif
- Soal rasa paling suka rasa makanan Itali
“Ini betul-betul tantangan...jadi seakan membuat nasi goreng Indonesia dengan kecenderungan rasa makanan Itali dan ditampilkan seperti makanan Jepang yang indah dan tertata...” Ini kesimpulan Cika. Kemudian hampir seharian dia berpikir bagaimana membuat dan menata nasi goreng Mr.Wagner.
Pagi hari itu di hari ulang tahun Mr.Wagner ketika Mr.Wagner akan makan pagi dia terkejut karena di meja makan tersedia sepiring nasi goreng yang unik, secangkir kopi Indonesia yang hangat dan sepiring kecil buah-buahan Indonesia. Tepat di samping nasi goreng sebuah kartu berwarna hijau tosca warna kesukaanya tertulis sebuah keterangan Wagner Fried Rice (Nasi Goreng Wagner) dan dibalik kartu terdapat tulisan tangan yang rapi yang bunyi sbb
Happy Birthday Mr.Wagner (Selamat Ulang Tahun Mr.Wagner)
The name of this fried rice is Wagner Fried Rice because I especially made it for you from everything you like most. May you enjoy this special food in your birthday.
From Cikal
(Nama dari nasi goreng ini adalah nasi goreng Wagner karena saya membuatnya secara khusus untuk Anda dari segala sesuatu yang paling Anda sukai. Semoga Anda menikmati masakan spesial ini di hari ulang tahun Anda. Dari Cikal)
Kejutan ini bukan yang paling mengejutkan karena ketika Mr.Wagner mencobanya dia langsung jatuh hati dengan nasi goreng hasil inovasi Cikal. Nasi goreng Wagner menjadi nasi goreng yang berhasil menciptakan kombinasi serasi masakan Indonesia tapi dengan kecenderungan rasa Itali.
“Cikal..tahukah kamu ini yang namanya FUSION atau melakukan kombinasi serasi masakan-masakan yang berbeda....hebat ya kamu ini berhasil menciptakan FUSION yang sungguh-sungguh enak...dari mana kamu belajar ini...?
Cikal sembari tersenyum malu tapi bangga menjawab:”Belajar sendiri Mr.Wagner...aku sudah 6 tahun belajar masak-memasak di rumah ini, dapur itu adalah sekolah aku...aku tidak sadar bahwa aku sudah memiliki banyak kecakapan kuliner karena bekerja pada Mr.Wagner...sampai aku ikut Mandiri Sahabatku ... disitu aku ditantang berinovasi...dan tantangan itu membuat aku sadar bahwa aku bisa ber inovasi di rumah majikan..”
“Hebat...hebat..Cikal....oh ya terima kasih ya atas nasi gorengnya...besok malam aku akan mengajak teman-teman makan malam di rumah, tolong siapkan menu nasi goreng itu lagi ya...” Mr.Wagner sangat suka dengan nasi goreng buatan Cikal dan ingin mengajak teman-temannya ikut menikmati makanan tsb.
“Ah...untung aku mencoba berinovasi...gara-gara nasi goreng Wagner itu...masakanku akan dipromosikan ke teman-teman Mr.Wagner.....memang betul inisiatif dan inovasi akan menciptakan kesempatan-kesempatan baru tak terduga..mudah-mudahan teman-teman Mr. Wagner jatuh cinta kepada nasi goreng Mr.Wagner.... dan siapa tahu aku mendapat pesanan” Itulah kesimpulan dan harapan Cikal.
Kisah nasi goreng Cikal tidak berakhir begitu saja karena setelah pesta usai dan acungan jempol diberikan kepada Cikal esok paginya Mr.Wagner memanggil Cikal.
“Cikal saya sangat berterima kasih atas perhatian dan kejutan yang kamu lakukan di hari ulang tahunku...aku juga ingin memberikan kejutan....besok aku akan mengganti laptop ku...dan laptop Apple ku sekarang yang baru 1 tahun aku pakai akan ku berikan kepadamu...”
Cikal serasa ingin melompat...impian mendapatkan laptop canggih terpenuhi gara-gara nasi goreng Wagner.
(bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar