Jumat, 13 Desember 2013

Minggu 4: PELUANG

Catatan Tika Lembar 20: Peluang Bisnis & Ide Bisnis

Hari Minggu tanggal 8 Desember 2013 Tika, Ati, Bunda dan Cikal meninggalkan Kelas Dasar dengan pikiran-pikiran baru. Mereka saling berbincang selama berjalan bersama untuk menghabiskan sore mereka di Victoria Park.
“Sekarang aku paham kenapa bisnis si Mina teman kita itu tak jalan....habis baru ide bisnis sudah dilaksanakan .... aku sekarang juga mulai paham bahwa bukan ide bisnis yang membuat kita sukses tapi harus ada peluang bisnisnya..” Ati yang biasa pendiam sekarang sudah terbiasa membuka percakapan lebih awal.
“Ya betul aku juga kenal Mina...aku dengar langsung ceritanya dari dia...katanya dia dibujuk-bujuk oleh teman untuk membeli waralaba Burger Halilintar...katanya sukses besar di Yogya jadi dia terbujuk tuh...lalu beli waralabanya dan buka di kota kecamatan tidak jauh dari rumahnya...iya sih itu laku di Yogya tapi belum tentu di kota kecamatan.... kalau dari pelajaran hari ini ..apa itu ya beda ide bisnis dengan peluang bisnis..?” Bunda mencoba mengingat-ingat lagi.

“Nih aku jelaskan.... yang namanya ide bisnis ya itu...........segala bisnis yang kita dengar dari orang lain atau yang kita lihat...itu semua bisa jadi ide bisnis, contohnya kalau kita ke mall ada 100 toko ya ada 100 ide bisnis...kalau kita masuk ke salah satu toko dan disitu ada 1.000 macam barang artinya ada 1.000 ide bisnis. Tapi itu ide bisnis... dan belum tentu itu JADI PELUANG BISNIS untuk kita......”. Cikal mencoba menjawab.
“Ayo terus..ayo terus Cikal..” Tika sekarang memberi semangat.
“Jadi sesuatu itu kita katakan peluang bisnis kalau kita temukan MASALAH pelanggan dan kita mampu menawarkan SOLUSI yang lebih baik dari solusi yang ada sekarang. Contoh kenapa Burger Halilintar laku di Yogya ya karena ada sebagian orang Yogya yang kalau lapar mendapatkan solusinya di makanan seperti Burger...itu. Tapi yang tinggal di kecamatan kalau lapar lebih cocok dengan nasi pecel, mie bakso, mie Jawa, ketupat lontong dsb...Jadi untuk kasus Burger si Mina, SOLUSI Burgernya tidak tepat...” Cikal yang cerdas menjawab dengan lancar, tidak percuma datang pagi-pagi dan duduk di depan.

“Oh....aku sekarang makin mengerti....jadi PELUANG BISNIS itu harus bisa menyelesaikan MASALAH Pelanggan, atau menawarkan SOLUSI yang baru dan kreatif....ujung-ujungnya PELANGGAN ya Cikal...?’ Bunda yang mulai paham masih mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
“Betul Bunda begitu....suatu bisnis baru bisa lahir kalau ada PELANGGAN dan bukan karena ada PRODUKnya dulu.....PELANGGAN, PELANGGAN sekali lagi PELANGGAN itu harus jadi fokusnya entrepreneur...”Sekarang Tika juga ikut nimbrung dan menunjukkan pemahaman yang ia miliki.
“Lah... kalau dunia nyata kan ...sering PRODUKnya dulu yang kita dapatkan.... barang dari si Anu, bisnis dari si Ani atau titipin dari si Ano.....barang dan barang yang sering kita dapatkan lebih dulu bukan..?Ati juga ikut memberikan pertanyaan kritis.
“Cikal..ayao Cikal jawab lagi...” Tika memberi semangat kepada Cikal yang kecil-kecil cabe rawit.
“Ya itu betul...sering kita mendapatkan PRODUKnya lebih dulu...apa itu barang jualan dari teman...hasil kebun dan kolam di rumah...atau titipan dari saudara... tak perlu ditolak sih...cuman begini resepnya...pikir dulu siapa PELANGGAN yang membutuhkan produk tsb...apakah betul PRODUK tsb bisa jadi SOLUSI untuk pelanggan kita....kalau kita temukan siapa PELANGGANnya dan apa MASALAH yang dapat diselesaikan baru kita jalankan bisnis itu...”. Cikal menjawab lagi dengan lugas dan mantap.

“Kurang...kurang ah...ayo kasih contoh..”.Bunda kembali bertanya ke cikal.
“Sekarang akau yang jawab ya...” Ati langsung menengahi, semua kawan yang lain tersenyum melihat Ati yang sekarang makin berani bicara dan tidak lagi duduk, diam dan seyum-senyum saja.
“Begini Bunda contohnya....andaikan Bunda ini dapat titipan jualan Terasi... ada banyak yang dititipkan kebetulan komisi jualnya besar... nah Bunda pikirkan dulu siapa-siapa yang membutuhan Terasi...siapa PELANGGANnya....misalnya Bunda temukan bahwa orang Cirebon & Indramayu itu paling suka terasi selanjutnya Bunda selidiki dulu dari mana saja mereka beli terasi, susah tidak mendapatkan terasi, berapa harga yang mereka biasa beli, apa menang kalahnya terasi yang Bunda akan jual dibandingkan yang dijual pesaing... kalau produk kita banyak menangnya dan harganya bersaing nah artinya Bunda paham siapa PELANGGANnya dan kita membawa SOLUSI baru....supaya komunikasi mantap dan kreatif yang gunakan itu lho....teori PETASAN (Pernyataan Pertama yang Mengesankan)... teori PIKAT (Perhatian, Keinginan, Keputusan dan Tindakan) dan juga itu lho...yang namanya PESANAN atau Pelayanan Diatas Harapan......betul kan Cikal, betul kan Tika..?” Ati mantap tapi sedikit ragu dan mencoba mendapat dukungan Cikal dan Tika.

“Sip..Ati..betul..betul..” Cikal segera menyambut demikian juga Tika.
“O begitu ya...jadi kalau misalnya aku temukan bahwa teman-teman dari Cirebon dan Indramayu itu sudah biasa mendapatkan terasi dengan harga lebih murah dan kualitasnya lebih baik maka tidak perlu ikut-ikutan menjual terasi itu...?”Bunda kembali mencoba mendalami pemahaman yang ia baru saja terima.
“Iya dong....jangan buang waktu.”Cikal langsung menjawab.
“Iya lah Bunda...kalau sekali kita menawarkan produk yang keliru yang tidak bisa bersaing...lama-lama teman-teman kita bosan dan tak percaya...” Tika memberkan dukungan.
“Hebat nian....ya Cikal sekarang, paham sekali pengertian Peluang Bisnis.... lama-lama Cikal juga akan kuasi ilmu mendapatkan peluang jodoh.....ha..ha...ha....Cikal nanti bukan berarti cinta kalang kabut lagi...tapi cinta kreatif & alami...ha....ha..ayo Cikal pecahkan masalahmu itu dengan kreatif juga....” Bunda memuji sembari menggoda Cikal yang kemudia terseyum kemayu dan mukanya sedikit merona merah karena malu namun hati kecilnya berkata:”Nanti aku buktikan deh....bahwa ilmu entrepreneurship akan bisa kugunakan jadi ilmu mendapatkan jodoh...”

Tika yang melihat Cikal sedikit malu dan gugup lalu ia menyampaikan pendapat baru yang mencairkan suasana dan mereka 4 sekawan ini kembali berbincang soal bisnis.
“Memang ini semua menujukkan bahwa ber-entrepreneur harus pakai otak ya...”
“Betul-betul...kita harus melatih otak kita terus menerus...kalau tidak sampai tua masih kerja otot...” Ati menegaskan.
“Sudah tua...otot akan makin payah...kemampuan otak umurnya lebih panjang dari kekuatan otot kan....jadi profesor makin putih rambutnya kayaknya makin keren......tapi kalau kerja otot makin putih rambutnya makin ngga laku tuh?” Sekarang Bunda yang makin sadar bahwa dia harus bekerja keras melatih otak ikut menambahkan.
“Okay..okay...sobat semua...supaya kita tidak omdo atau omong doang...atau tidak NATO, no action talk only, mari kita latihan otak....aku baru saja dapat sebuah soal..tepatnya sebuah gambar dari pak Ucec Tki...dan kita diminta menjelaskan apa arti gambar tsb..?” Tika yang terus bersemangat mengajak teman-temannya latihan berpikir entrepreneur.
“Hmm...apa ya ini artinya...?” Mereka semua hampir berbareng berkata.
“Boleh kan kita bertanya dan berdiskusi dengan teman2 di FB Mandiri Sahabatku...? Bunda memberikan usul.
“Boleh saja...namanya saling belajar kan..” Tika kembali menjelaskan
“Kalau begitu kita bertanya yuk ke teman-teman di FB MS apa artinya gambar ini...?” Ati mengajukan usul.
“Setuju...sembari kita juga berpikir...dan aku baru dapat kabar lho....UCEC akan memberikan hadiah buku kepada siapa yang bisa menjelaskan paling lengkap dan paling cepat...”Tika menyampaikan kabar gembira.
“Oh...betul-betul kabar baik rupanya di UCEC sedang ada perayaan ulang tahun mba Rima...sehingga kitapun kebagian hadiah....yuk kita ajak dan beri semangat teman2 di FB MS untuk bahas apa artinya gambar ini...? Cikal menyimpulkan dan kemudian merekapun saling berdiskusi.

(bersambung)

Silahkan teman-teman di FB MS menerangkan apa arti gambar ini.
Minggu 4: PELUANG

Catatan Tika Lembar 20: Peluang Bisnis & Ide Bisnis

Hari Minggu tanggal 8 Desember 2013 Tika, Ati, Bunda dan Cikal meninggalkan Kelas Dasar dengan pikiran-pikiran baru. Mereka saling berbincang selama berjalan bersama untuk menghabiskan sore mereka di Victoria Park.
“Sekarang aku paham kenapa bisnis si Mina teman kita itu tak jalan....habis baru ide bisnis sudah dilaksanakan .... aku sekarang juga mulai paham bahwa bukan ide bisnis yang membuat kita sukses tapi harus ada peluang bisnisnya..” Ati yang biasa pendiam sekarang sudah terbiasa membuka percakapan lebih awal.
“Ya betul aku juga kenal Mina...aku dengar langsung ceritanya dari dia...katanya dia dibujuk-bujuk oleh teman untuk membeli waralaba Burger Halilintar...katanya sukses besar di Yogya jadi dia terbujuk tuh...lalu beli waralabanya dan buka di kota kecamatan tidak jauh dari rumahnya...iya sih itu laku di Yogya tapi belum tentu di kota kecamatan.... kalau dari pelajaran hari ini ..apa itu ya beda ide bisnis dengan peluang bisnis..?” Bunda mencoba mengingat-ingat lagi.

“Nih aku jelaskan.... yang namanya ide bisnis ya itu...........segala bisnis yang kita dengar dari orang lain atau yang kita lihat...itu semua bisa jadi ide bisnis, contohnya kalau kita ke mall ada 100 toko ya ada 100 ide bisnis...kalau kita masuk ke salah satu toko dan disitu ada 1.000 macam barang artinya ada 1.000 ide bisnis. Tapi itu ide bisnis... dan belum tentu itu JADI PELUANG BISNIS untuk kita......”. Cikal mencoba menjawab.
“Ayo terus..ayo terus Cikal..” Tika sekarang memberi semangat.
“Jadi sesuatu itu kita katakan peluang bisnis kalau kita temukan MASALAH pelanggan dan kita mampu menawarkan SOLUSI yang lebih baik dari solusi yang ada sekarang. Contoh kenapa Burger Halilintar laku di Yogya ya karena ada sebagian orang Yogya yang kalau lapar mendapatkan solusinya di makanan seperti Burger...itu. Tapi yang tinggal di kecamatan kalau lapar lebih cocok dengan nasi pecel, mie bakso, mie Jawa, ketupat lontong dsb...Jadi untuk kasus Burger si Mina, SOLUSI Burgernya tidak tepat...” Cikal yang cerdas menjawab dengan lancar, tidak percuma datang pagi-pagi dan duduk di depan.

“Oh....aku sekarang makin mengerti....jadi PELUANG BISNIS itu harus bisa menyelesaikan MASALAH Pelanggan, atau menawarkan SOLUSI yang baru dan kreatif....ujung-ujungnya PELANGGAN ya Cikal...?’ Bunda yang mulai paham masih mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
“Betul Bunda begitu....suatu bisnis baru bisa lahir kalau ada PELANGGAN dan bukan karena ada PRODUKnya dulu.....PELANGGAN, PELANGGAN sekali lagi PELANGGAN itu harus jadi fokusnya entrepreneur...”Sekarang Tika juga ikut nimbrung dan menunjukkan pemahaman yang ia miliki.
“Lah... kalau dunia nyata kan ...sering PRODUKnya dulu yang kita dapatkan.... barang dari si Anu, bisnis dari si Ani atau titipin dari si Ano.....barang dan barang yang sering kita dapatkan lebih dulu bukan..?Ati juga ikut memberikan pertanyaan kritis. 
“Cikal..ayao Cikal jawab lagi...” Tika memberi semangat kepada Cikal yang kecil-kecil cabe rawit.
“Ya itu betul...sering kita mendapatkan PRODUKnya lebih dulu...apa itu barang jualan dari teman...hasil kebun dan kolam di rumah...atau titipan dari saudara... tak perlu ditolak sih...cuman begini resepnya...pikir dulu siapa PELANGGAN yang membutuhkan produk tsb...apakah betul PRODUK tsb bisa jadi SOLUSI untuk pelanggan kita....kalau kita temukan siapa PELANGGANnya dan apa MASALAH yang dapat diselesaikan baru kita jalankan bisnis itu...”. Cikal menjawab lagi dengan lugas dan mantap.

“Kurang...kurang ah...ayo kasih contoh..”.Bunda kembali bertanya ke cikal.
“Sekarang akau yang jawab ya...” Ati langsung menengahi, semua kawan yang lain tersenyum melihat Ati yang sekarang makin berani bicara dan tidak lagi duduk, diam dan seyum-senyum saja.
“Begini Bunda contohnya....andaikan Bunda ini dapat titipan jualan Terasi... ada banyak yang dititipkan kebetulan komisi jualnya besar... nah Bunda pikirkan dulu siapa-siapa yang membutuhan Terasi...siapa PELANGGANnya....misalnya Bunda temukan bahwa orang Cirebon & Indramayu itu paling suka terasi selanjutnya Bunda selidiki dulu dari mana saja mereka beli terasi, susah tidak mendapatkan terasi, berapa harga yang mereka biasa beli, apa menang kalahnya terasi yang Bunda akan jual dibandingkan yang dijual pesaing... kalau produk kita banyak menangnya dan harganya bersaing nah artinya Bunda paham siapa PELANGGANnya dan kita membawa SOLUSI baru....supaya komunikasi mantap dan kreatif yang gunakan itu lho....teori PETASAN (Pernyataan Pertama yang Mengesankan)... teori PIKAT (Perhatian, Keinginan, Keputusan dan Tindakan) dan juga itu lho...yang namanya PESANAN atau Pelayanan Diatas Harapan......betul kan Cikal, betul kan Tika..?” Ati mantap tapi sedikit ragu dan mencoba mendapat dukungan Cikal dan Tika.

“Sip..Ati..betul..betul..” Cikal segera menyambut demikian juga Tika.
“O begitu ya...jadi kalau misalnya aku temukan bahwa teman-teman dari Cirebon dan Indramayu itu sudah biasa mendapatkan terasi dengan harga lebih murah dan kualitasnya lebih baik maka tidak perlu ikut-ikutan menjual terasi itu...?”Bunda kembali mencoba mendalami pemahaman yang ia baru saja terima.
“Iya dong....jangan buang waktu.”Cikal langsung menjawab.
“Iya lah Bunda...kalau sekali kita menawarkan produk yang keliru yang tidak bisa bersaing...lama-lama teman-teman kita bosan dan tak percaya...” Tika memberkan dukungan. 
“Hebat nian....ya Cikal sekarang, paham sekali pengertian Peluang Bisnis.... lama-lama Cikal juga akan kuasi ilmu mendapatkan peluang jodoh.....ha..ha...ha....Cikal nanti bukan berarti cinta kalang kabut lagi...tapi cinta kreatif & alami...ha....ha..ayo Cikal pecahkan masalahmu itu dengan kreatif juga....” Bunda memuji sembari menggoda Cikal yang kemudia terseyum kemayu dan mukanya sedikit merona merah karena malu namun hati kecilnya berkata:”Nanti aku buktikan deh....bahwa ilmu entrepreneurship akan bisa kugunakan jadi ilmu mendapatkan jodoh...”

Tika yang melihat Cikal sedikit malu dan gugup lalu ia menyampaikan pendapat baru yang mencairkan suasana dan mereka 4 sekawan ini kembali berbincang soal bisnis.
“Memang ini semua menujukkan bahwa ber-entrepreneur harus pakai otak ya...”
“Betul-betul...kita harus melatih otak kita terus menerus...kalau tidak sampai tua masih kerja otot...” Ati menegaskan.
“Sudah tua...otot akan makin payah...kemampuan otak umurnya lebih panjang dari kekuatan otot kan....jadi profesor makin putih rambutnya kayaknya makin keren......tapi kalau kerja otot makin putih rambutnya makin ngga laku tuh?” Sekarang Bunda yang makin sadar bahwa dia harus bekerja keras melatih otak ikut menambahkan.
“Okay..okay...sobat semua...supaya kita tidak omdo atau omong doang...atau tidak NATO, no action talk only, mari kita latihan otak....aku baru saja dapat sebuah soal..tepatnya sebuah gambar dari pak Ucec Tki...dan kita diminta menjelaskan apa arti gambar tsb..?” Tika yang terus bersemangat mengajak teman-temannya latihan berpikir entrepreneur.
“Hmm...apa ya ini artinya...?” Mereka semua hampir berbareng berkata.
“Boleh kan kita bertanya dan berdiskusi dengan teman2 di FB Mandiri Sahabatku...? Bunda memberikan usul.
“Boleh saja...namanya saling belajar kan..” Tika kembali menjelaskan
“Kalau begitu kita bertanya yuk ke teman-teman di FB MS apa artinya gambar ini...?” Ati mengajukan usul.
“Setuju...sembari kita juga berpikir...dan aku baru dapat kabar lho....UCEC akan memberikan hadiah buku kepada siapa yang bisa menjelaskan paling lengkap dan paling cepat...”Tika menyampaikan kabar gembira.
“Oh...betul-betul kabar baik rupanya di UCEC sedang ada perayaan ulang tahun mba Rima...sehingga kitapun kebagian hadiah....yuk kita ajak dan beri semangat teman2 di FB MS untuk bahas apa artinya gambar ini...? Cikal menyimpulkan dan kemudian  merekapun saling berdiskusi.

(bersambung)

Silahkan teman-teman di FB MS menerangkan apa arti gambar ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar