Minggu 3: Kreativitas & Inovasi
Catatan Tika Lembar 17: Bunda Menantang Kesulitan
Bunda adalah angota klub belajar Kuliner Nusantara yang paling tua dari sisi usia dan yang paling mendidih semangatnya untuk pulang kampung. Bunda memang seorang orang tua tunggal yang sangat mencemaskan anak perempuan semata wayangnya yang sebentar lagi beranjak remaja.
“Aku harus temani anakku melalui masa remajanya...”
“Aku ingin menikmati menjadi ibu untuk anakku sebelum dia meninggalkan rumah suatu kali nanti...”
“Aku ingin membuka usaha dan menjalankan usaha di rumah supaya anakku bisa melihat dan ikut mengalami...aku ingin jadi pelatih entrepreneurship untuk anakku...”.
Itulah kalimat-kalimat dari hati Bunda yang menggambarkan kerinduannya yang begitu mendalam sehinggamenjadi semangat belajar dan semangat berubah yang besar.
“Aku tak bisa menunggu terlalu lama harus secepat mungkin pulang kampung, kalau ada tangga aku akan naik tangga, kalau harus melompat aku mau melompat, kalau harus kerja 7 hari semingggupun aku mau asalkan aku bisa buka usaha di rumah secepatnya...” Bunda berkata ke dalam hatinya sembari memikirkan inovasi apa yang harus ia lakukan selama 1 minggu ini untuk nanti dilaporkan ke teman-teman di kelompok belajarnya. Sudah berjam-jam Bunda berpikir namun belum ditemukan gagasan akhirnya ia memutuskan untuk mengirim email kepada pelatih di UCEC dan ia mendapatkan jawaban yang isinya tentang 10 Tips untuk membangun masa depan sebagai berikut
1. Tulis cita-cita Anda di dinding untuk mengingatnya setiap hari
2. Sampaikan kepada Majikan Anda dan minta nasehat
3. Sampaikan kepada teman-teman yang bisa memberikan nasehat atau jejaring
4. Kunjungi tempat usaha sejenis sebanyak mungkin
5. Baca buku/majalah/koran/Internet tentang hal tersebut
6. Cari teman yang bekerja di bidang tersebut dan kumpulkan informasi.
7. Cari mitra bisnis dari sekarang.
8. Pikirkan kemungkinan kerja di majikan yang memiliki usaha sama seperti cita-cita Anda.
9. Kerja suka rela atau magang di tempat usaha yang sesuai dengan cita-cita Anda
10. Sepulang dari luar negeri ketika di Indonesia pertimbangkan untuk bekerja di tempat usaha yang sama seperti cita-cita Anda
Inilah pesan-pesan lain yang Bunda dapatkan setelah berkomunikasi dengan pelatih UCEC
• Jadikan masa kerja di Hong Kong sebuah Sekolah Kehidupan yang membuat kita makin hari makin perkasa. Jadikan majikan, teman, lingkungan kerja, suasana kota dan juga orang-orang Hong Kong sebagai sumber belajar yang menginspirasi.
• Tanpa PENGETAHUAN, tanpa PENGALAMAN, tanpa PERENCANAAN, hanya bermodal NIAT, NEKAD & NABUNG itu tidak cukup.
• Perhatikan baik-baik 10 tips diatas dan lakukan sesegera mungkin dan mulai dari no 1 dulu dan terus berurutan.
“Waduh...koq begini ya tips nya... aku ini kan orang banyak kerja dan sedikit bicara...ada yang bilang malah galak...sekarang musti nyapa, nanya dan nyatet pula...”. Bunda mulai gamang dan kemudian iseng-iseng mengirimkan email lagi dan bertanya:” susah banget sih tugasnya apa ada yang lebih gampang ..?”. Tidak lama kemudian muncul sebuah jawaban yang pendek dan tegas:” entrepreneur tidak takut menghadapi yang sulit, beranilah melakukan yang sulit kalu hal itu sungguh penting..” Mendapat jawaban ini Bunda tak berani bertanya lagi.
“Menulis cita-cita di taruh di dinding tak susah...tapi bicarakan cita-cita dan minta nasehat dari majikan itu..ngga biasa...wah gimana ya pendapat bobo..yang seperti ini bukan bahan obrolan kami... lagi pula aku jarang ngobrol dengan bobo...” Bunda merasa pusing bagaimana menyampaikan ini. Dia tahu bobo akan merasa kehilangan, sudah 6 tahun dia bekerja ke bobo. Tapi karena ini serasa tugas ia sampaikan juga kepada bobo di suatu sore yang tenang.
“Wah...Bunda...buka usaha sendiri itu banyak risiko....jangan...jangan...kerja begini kan lebih enak...gaji sudah pasti...anak kamu pasti bisa sekolah....” Kalimat Bobo malah menurunkan semangat Bunda. Untung Bunda sudah belajar untuk tidak mengijinkan kalimat orang lain merampas semangatnya. “Aku sekarang mau coba bertanya ke Mr.Simon Lam anak bobo yang pertama..”Dengan semangat pantang menyerah Bunda mencoba upaya baru. Malam itu kembali Bunda menyampaikan cita-citanya ke Mr.Simon Lam dan kembali jawabanny mirip jawaban Bobo, kembali melemahkan semangat Bunda.
“Tidak.., tidak...aku tidak akan pantang menyerah...sekarang aku akan coba ke Chen..anak bobo yang paling kecil...” Demikian Bunda menguatkan hatinya sendiri. Ternyata memang ada untungnya memiliki semangat pantang mundur itu. Ternyata Chen menunjukkan empati, menyimak dan mencoba memahami kerinduan Bunda untuk berkumpul kembali dengan anaknya.
“Bunda...aku tidak tahu bisnis katering tapi ada seorang teman yang harusnya kau tahu juga...itu yang biasa telepon mengajak aku ke gym, Teresa... yang tinggi atletis itu.....pekerjaan dia adalah mengelola usaha katering yang sudah dirintis ayahnya 20 tahun yang lalu....Ini no teleponnya dan coba minta nasehat dari dia...” Bunda rasanya ingin melompat mendengar dukungan Chen yang simpatik.
“To sie...to sie Chen...” Itu yang dia bisa katakan sembari memasukkan no telepon Teresa ke HP nya.
Sekarang ia masuk ke tips yang ke 3 yaitu bertanya kepada teman-teman adakah yang tahu tentang bisnis katering dan bisa memberikan nasehat. Keinginan Bunda untuk pulang kampung dan sukses jadi entrepreneur sudah menggumpal sehingga dia tak mau hanya menunggu hari libur untuk bisa bertanya kepada teman-teman.
“Setiap hari setidaknya aku akan telepon ke 5 orang teman...”
“Setiap hari waktu ke pasar atau mengantar bobo belanja, berkumpul atau berobat...aku akan berusaha mencari teman baru...aku akan menyapa lebih dulu..aku akan mngajak ngobrol...aku akan tanya apa yang mereka ketahui tentang bisnis katering. Sedikitnya akau targetkan mendapat 3 teman baru...” Demikian Bunda bertekad bulat untuk jadi pribadi baru yang mampu membangun jejaring dan belajar dari semua orang yang lebih paham tentang bisnis katering.
“Benar juga ya...nasehat dari pelatih UCEC ini...kalau lebih banyak tahu kan lebih mantap mengambil keputusan, sukses terasa lebih dekat dan gagal makin jauh.... duh...kenapa dulu aku banyak keliru... cita-cita masa depan hanya aku pelihara dalam pikiran tapi tidak dalam tindakan”.
Mulai esok paginya Bunda mulai betul-betul melaksanakan tip berikutnya, pagi-pagi sekali dia sudah bertanya kepada sahabat-sahabat dekatnya. Setiap ada waktu luang dia berusaha telepon teman-temannya. Pagi hari ketika dia belanja ke pasar swalayan dia betul-betul menyapa orang yang ia kenal dan bertanya apakah mereka paham bisnis katering. Banyak sudah yang ia tanya dan inilah jawaban mereka.
“Maaf ya Bunda aku tidak punya pengalaman itu...”
“Sorry ya Bun... aku tidak tahu...”
“Wah...boro-boro katering Bun...yang namanya bisnis itu aku ngga pernah...”
“Keluargaku, temanku ngga ada yang punya usaha Bun...kami semua petani atau kerja rumahan begini...”
Sudah 3 hari Bunda melakukan ini semua, hampir putus asa karena sudah hampir 20 orang yang ia tanya dan tidak ada jawaban yang memuaskan. Pada hari ke 3 menjelang tidur ia mencoba sekali lagi melakukan sambungan telepon. Kali ini yang ia kontak adalah seorang sahabat lama waktu di SMP, Tiara namanya.
Tiara sekarang bekerja di Semarang dan dari Tiaralah Bunda akhirnya mendapatkan kabar yang mengejutkan.
“Bun.....5 tahun lalu aku sempat kerja di perusahaan katering sebelum punya anak lagi.... minggu lalu boss tanya apakah ada teman yang punya pengalaman membuat masakan Cantonese .. si boss katanya akan dapat proyek katering untuk pabrik milik orang Hong Kong, manajer dan direktur dari pabrik ingin ada variasi makanan Cantonese..., koq pas banget ya kamu telepon...nih catat no telepon si boss” Bunda serasa terbang ke langit, ia merasa begitu lega dan gembira:”Aaaah...untung aku tidak menyerah...untung aku ingat cerita di kelas Dasar tentang seorang penambang yang berhenti menggali hanya 3 meter dari sumber cadangan emas..sudah dekat sekali...tapi karena putus asa berhenti dan tak dapat meraih keuntungan...”
Bunda sangat berterima kasih kepada Tiara dan dengan hati-hati mencatat no telepon mantan boss Tiara itu.
“Aku harus kenal dia...”
“Aku harus bisa belajar dari dia...”
“Magang juga mau...”
Malam itu Bunda tidur dengan sejuta rencana...paling tidak sebuah nama sudah ia dapatkan dan ia berjanji akan tetap mencari nama-nama baru. “Semakin banyak berteman, semakin luas berjejaring...ternyata membuka lebih banyak peluang.... tidak ada salahnya berani malu.....berani bertanya dan minta nasehat...” Belajar dari sebanyak mungkin orang dan sesering mungkin sekarang sudah jadi tekad Bunda. Itulah inovasi yang dilakukan Bunda yaitu menginovasi dirinya sendiri, menjadi pribadi yang pro-aktif, aktif dan berani malu kalau itu benar.
(bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar