Jumat, 13 Desember 2013

Minggu 2: Kecakapan Komunikasi & Kecakapan Menjual

Catatan Tika Lembar 13: REFLEKSI

Pengalaman 2 kali mengikuti Mandiri Sahabatku telah menyadarkan Tika bahwa dia tidak boleh membiarkan hidupnya bergerak bersama “mengalirnya air”. “Aku harus berenang jika perlu melawan arus...untuk mencapai impian-impian masa depan yang indah”. Tika mencatat ada 5 pembelajaran penting untuk ia pegang dan lakukan bagi masa depannya.

1. Mulai dengan memiliki IMPIAN masa depan. Bangun impian berdasarkan hasrat yang besar yang ada dalam hati kita. Tentukan target sampai kapan akan bekerja sebagai buruh migran. Sebagai contoh sangat kelihatan bahwa Suti terus memelihara dalam hatinya keinginan jadi seorang sarjana dan juga jadi orang sukses.
2. Buat ANAK TANGGA yang menuju IMPIAN tersebut. Setiap ANAK TANGGA memiliki target waktu tersendiri. Setiap tempat yang tinggi yang tak dapat kita jangkau saat ini artinya memerlukan tangga untuk mencapainya. Tidak boleh takut terhadap cita-cita yang tinggi selama kita bisa membuat anak tangganya maka impian tsb mungkin tercapai. Suti membangun anak tangga secara tidak sengaja. Ia mulai dengan jadi pembatu rumah tangga, lalu lulus SMA melalui Program Kejar Paket C, jadi OG, lalu jadi petugas pelatihan kemudian jadi tenaga penjual sambil kuliah S1 lalu berhasil meraih prestasi jadi Senior Sales Associate dan sekarang sudah Direktur. Suti sanggup membangun anak tangga itu walau tak sengaja karena dalam dirinya terdapat semangat untuk maju yang sangat besar dan berkobar-kobar.
3. Setiap ANAK TANGGA dapat kita lampaui dengan UPAYA-UPAYA. Harus ada ragam upaya untuk bisa naik dari satu anak tangga ke anak tangga yang lain. Suti sangat jelas melakukan ragam upaya di hidupnya. Ia membantu mengajar Diana walau itu bukan tugasnya, ia belajar dari foto copy kertas pelatihan, ia berlatih di kelas yang masih kosong, ia berusaha menjadi juara lomba menjual dan berusaha menjadi penjual berprestasi di kantornya. Suti membayar keberhasilan dengan jerih dan juang.
4. Ketika kita naik ke ANAK TANGGA yang lebih tinggi kita bisa berjumpa dengan hal-hal baru yang tidak bisa kita jumpai di anak tangga yang lebih rendah. Suti tak akan bisa kuliah S1 kalau tak ada ijazah SMA, ia tidak mungkin jadi juara menjual kalau tidak berlatih sebelumnya, ia tidak mungkin bisa menjadi istri mas Subur kalau ia tidak berani berdiri depan umum dan melatih orang lain. Anak Tangga yang lebih tinggi membuka peluang yang baru juga.
5. Kecakapan KOMUNIKASI & MENJUAL memang sangat ampuh. Orang-orang sukses punya kecakapan komunikasi yang baik dan bisa menyampaikan sesuatu dengan menarik sehingga pelanggan menyambutnya. Kecakapan-kecakapan ini harus dipraktekkan bukan hanya diingat kalau ingin jadi piawai.

Pagi-pagi di hari Minggu tanggal 1 Desember 2013 dengan penuh semangat Tika mengayunkan kaki dengan langkah pasti untuk dapat masuk ke kelas lagi. Tidak lupa ia mengingatkan teman-temannya di klub belajar Kuliner Nusantara serta teman-teman di Mandiri Sahabatku:'Yuk...segera berangkat ke MS dan jangan telat ya.."
Minggu 2: Kecakapan Komunikasi & Kecakapan Menjual

Catatan Tika Lembar 13: REFLEKSI

Pengalaman 2 kali mengikuti Mandiri Sahabatku telah menyadarkan Tika bahwa dia tidak boleh membiarkan hidupnya bergerak bersama “mengalirnya air”. “Aku harus berenang jika perlu melawan arus...untuk mencapai impian-impian masa depan yang indah”. Tika mencatat ada 5 pembelajaran penting untuk ia pegang dan lakukan bagi masa depannya. 

1. Mulai dengan memiliki IMPIAN masa depan. Bangun impian berdasarkan hasrat yang besar yang ada dalam hati kita. Tentukan target sampai kapan akan bekerja sebagai buruh migran. Sebagai contoh sangat kelihatan bahwa Suti terus memelihara dalam hatinya keinginan jadi seorang sarjana dan juga jadi orang sukses. 
2. Buat ANAK TANGGA yang menuju IMPIAN tersebut. Setiap ANAK TANGGA memiliki target waktu tersendiri. Setiap tempat yang tinggi yang tak dapat kita jangkau saat ini artinya memerlukan tangga untuk mencapainya. Tidak boleh takut terhadap cita-cita yang tinggi selama kita bisa membuat anak tangganya maka impian tsb mungkin tercapai. Suti membangun anak tangga secara tidak sengaja. Ia mulai dengan jadi pembatu rumah tangga, lalu lulus SMA melalui Program Kejar Paket C, jadi OG, lalu jadi petugas pelatihan kemudian jadi tenaga penjual sambil kuliah S1 lalu berhasil meraih prestasi jadi Senior Sales Associate dan sekarang sudah Direktur. Suti sanggup membangun anak tangga itu walau tak sengaja karena dalam dirinya terdapat semangat untuk maju yang sangat besar dan berkobar-kobar. 
3. Setiap ANAK TANGGA dapat kita lampaui dengan UPAYA-UPAYA. Harus ada ragam upaya untuk bisa naik dari satu anak tangga ke anak tangga yang lain. Suti sangat jelas melakukan ragam upaya di hidupnya. Ia membantu mengajar Diana walau itu bukan tugasnya, ia belajar dari foto copy kertas pelatihan, ia berlatih di kelas yang masih kosong, ia berusaha menjadi juara lomba menjual dan berusaha menjadi penjual berprestasi di kantornya. Suti membayar keberhasilan dengan jerih dan juang. 
4. Ketika kita naik ke ANAK TANGGA yang lebih tinggi kita bisa berjumpa dengan hal-hal baru yang tidak bisa kita jumpai di anak tangga yang lebih rendah. Suti tak akan bisa kuliah S1 kalau tak ada ijazah SMA, ia tidak mungkin jadi juara menjual kalau tidak berlatih sebelumnya, ia tidak mungkin bisa menjadi istri mas Subur kalau ia tidak berani berdiri depan umum dan melatih orang lain. Anak Tangga yang lebih tinggi membuka peluang yang baru juga.
5. Kecakapan KOMUNIKASI & MENJUAL memang sangat ampuh. Orang-orang sukses punya kecakapan komunikasi yang baik dan bisa menyampaikan sesuatu dengan menarik sehingga pelanggan menyambutnya. Kecakapan-kecakapan ini harus dipraktekkan bukan hanya diingat kalau ingin jadi piawai. 

Pagi-pagi di hari Minggu tanggal 1 Desember 2013 dengan penuh semangat Tika mengayunkan kaki dengan langkah pasti untuk dapat masuk ke kelas lagi. Tidak lupa ia mengingatkan teman-temannya di klub belajar Kuliner Nusantara serta teman-teman di Mandiri Sahabatku:'Yuk...segera berangkat ke MS dan jangan telat ya.."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar